|
| Baterai LiFePO4 |
Dunia amatir radio saat ini semakin ramai dengan aktivitas komunikasi lapangan seperti Summits on the Air (SOTA), Parks on the Air (POTA), maupun komunikasi darurat bencana (Emergency Communication atau EmComm). Saat beroperasi di gunung, hutan, atau daerah tanpa listrik, tentu tidak mungkin menggunakan power supply yang terhubung ke jaringan PLN.
Untuk mengoperasikan radio rig 50 Watt di lapangan dibutuhkan sumber daya portabel yang kuat dan andal. Jika dahulu operator radio menggunakan aki timbal (Lead Acid Battery) yang berat, kini banyak yang beralih ke Baterai LiFePO4 (Lithium Iron Phosphate) karena lebih ringan, stabil, dan tahan lama.
Mengapa Aki SLA Kurang Cocok untuk Radio Rig?
Aki kering atau Sealed Lead Acid (SLA/VRLA) memiliki beberapa kelemahan jika digunakan sebagai sumber daya radio komunikasi.
- Tegangan Mudah Drop: Saat radio memancar dan menarik arus besar, tegangan aki dapat turun hingga di bawah 11 Volt sehingga daya pancar menurun dan radio berpotensi restart.
- Kapasitas Efektif Terbatas: Aki 20Ah umumnya hanya aman digunakan sekitar 50% kapasitasnya agar umur aki tetap panjang. Selain itu bobotnya cukup berat.
Keunggulan LiFePO4 untuk Radio Komunikasi
Baterai LiFePO4 tersusun dari empat sel yang disusun seri (4S). Karakteristiknya sangat sesuai untuk kebutuhan radio komunikasi portabel.
1. Tegangan Sesuai Kebutuhan Radio
Radio komunikasi umumnya membutuhkan suplai sekitar 13,8 Volt. Baterai LiFePO4 memiliki tegangan kerja sekitar 12,8 hingga 13,4 Volt sehingga sangat cocok digunakan untuk HT maupun radio rig.
2. Tegangan Stabil Saat Digunakan
Salah satu keunggulan utama LiFePO4 adalah kurva pelepasan daya yang sangat datar. Tegangan tetap stabil meskipun kapasitas baterai mulai berkurang sehingga performa radio tetap optimal.
3. Ringan dan Lebih Aman
LiFePO4 jauh lebih aman dibanding baterai Lithium Polymer (LiPo). Risiko kebakaran sangat rendah dan bobotnya hanya sekitar sepertiga dari aki timbal dengan kapasitas yang setara.
Perbandingan Aki SLA dan LiFePO4 Kapasitas 20Ah
| Parameter | Aki SLA / VRLA | LiFePO4 |
|---|---|---|
| Bobot | 6–7 Kg | ±2,5 Kg |
| Kapasitas Efektif | Sekitar 50% | Hingga 95% |
| Tegangan Saat TX | Drop hingga 10,5–11 Volt | Stabil 12,5–12,8 Volt |
| Umur Pakai | 300–500 Siklus | 2000–5000 Siklus |
Kelemahan LiFePO4
Walaupun memiliki banyak keunggulan, LiFePO4 tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
- Harga awal lebih mahal dibanding aki SLA.
- Membutuhkan charger khusus lithium.
- Wajib menggunakan BMS (Battery Management System).
- BMS berkualitas rendah terkadang dapat menimbulkan noise RF pada penerima radio.
Kesimpulan
Bagi operator radio lapangan, relawan SAR, penggiat SOTA maupun POTA, baterai LiFePO4 merupakan pilihan terbaik sebagai sumber daya portabel. Bobot yang ringan, tegangan yang stabil, kapasitas yang dapat dimanfaatkan hampir penuh, serta umur pakai yang sangat panjang menjadikannya investasi jangka panjang yang layak dipertimbangkan untuk mendukung aktivitas radio komunikasi di luar jaringan listrik.
Posting Komentar untuk "Baterai LiFePO4 Power Supply "
Diskusikan artikel ini di kolom komentar. Bagikan pertanyaan, pengalaman, atau solusi Anda mengenai radio komunikasi. Komentar yang relevan akan membantu pembaca lainnya.