Menentukan Panjang Kabel Coax 50 Ohm

Kabel coaxial 50 ohm merupakan salah satu bagian penting dalam sistem antena radio VHF. Kabel ini digunakan sebagai saluran transmisi antara radio dengan antena untuk menyalurkan energi RF.

Pada frekuensi 142,500 MHz, pemilihan jenis kabel, panjang kabel, velocity factor (VF), dan rugi-rugi kabel perlu diperhatikan, terutama jika kabel digunakan pada instalasi VHF dengan jarak cukup panjang.

Sebagai contoh, pada artikel ini digunakan kabel coax 50 ohm dengan panjang fisik 15 meter.

Apakah Kabel Coax 15 Meter Harus Dipotong untuk Frekuensi 142,500 MHz?

Tidak selalu. Jika kabel coax hanya digunakan sebagai feeder antara radio dan antena yang sudah mempunyai impedansi mendekati 50 ohm, panjang 15 meter tidak harus dibuat tepat seperempat atau setengah panjang gelombang.

Dalam sistem 50 ohm yang sudah match, panjang feeder terutama akan memengaruhi loss, delay, dan fase, bukan membuat radio hanya bisa bekerja pada frekuensi tertentu.

Panjang listrik kabel menjadi sangat penting apabila coax sengaja digunakan sebagai matching section, phasing line, atau coaxial stub. Pada kondisi tersebut velocity factor harus diperhitungkan.

Data Contoh Perhitungan

Parameter Nilai
Frekuensi kerja 142,500 MHz
Impedansi coax 50 ohm
Panjang fisik kabel 15 meter
Contoh velocity factor 0,66
Aplikasi Feeder VHF

1. Menghitung Panjang Gelombang di Udara

Rumus panjang gelombang di ruang bebas adalah:

λ = 300 / f

Dengan frekuensi 142,500 MHz:

λ = 300 / 142,5
λ = 2,105 meter

Jadi panjang gelombang elektromagnetik pada 142,500 MHz sekitar 2,105 meter.

2. Menghitung Panjang Gelombang di Dalam Coax

Gelombang RF di dalam coax bergerak lebih lambat dibandingkan di ruang bebas. Perbandingan kecepatan tersebut disebut velocity factor.

Untuk contoh ini digunakan VF 0,66.

λ coax = λ udara × VF

λ coax = 2,105 × 0,66

λ coax ≈ 1,389 meter

Jadi satu panjang gelombang secara elektrik di dalam kabel sekitar 1,389 meter.

Nilai VF 0,66 merupakan contoh umum untuk coax dengan dielectric polyethylene padat. Kabel dengan dielectric foam dapat mempunyai VF yang lebih tinggi, sehingga hasil perhitungannya akan berbeda.

3. Berapa Panjang 1/4 Gelombang Coax?

Jika kabel sengaja digunakan sebagai saluran seperempat gelombang, panjang fisiknya dihitung:

λ/4 = 1,389 / 4

λ/4 ≈ 0,347 meter

Jadi untuk kabel dengan VF 0,66 pada 142,500 MHz, panjang seperempat gelombangnya sekitar 34,7 cm.

4. Berapa Panjang 1/2 Gelombang Coax?

λ/2 = 1,389 / 2

λ/2 ≈ 0,694 meter

Jadi panjang setengah gelombang secara fisik sekitar 69,4 cm.

Panjang Elektrik Panjang Fisik dengan VF 0,66
1/4 λ ± 34,7 cm
1/2 λ ± 69,4 cm
1 λ ± 1,389 meter
2 λ ± 2,778 meter

5. Bagaimana dengan Kabel Coax 15 Meter?

Sekarang kita hitung panjang 15 meter terhadap panjang gelombang di dalam kabel.

15 / 1,389 ≈ 10,80 λ

Artinya kabel sepanjang 15 meter tersebut secara elektrik mempunyai panjang sekitar 10,8 panjang gelombang apabila VF kabel benar-benar 0,66.

Namun angka tersebut bukan berarti kabel 15 meter tidak boleh digunakan. Untuk feeder 50 ohm biasa, kabel tidak harus mempunyai panjang bulat 1/4 λ, 1/2 λ, atau 1 λ.

6. Jangan Memotong Kabel 15 Meter Hanya Berdasarkan Frekuensi

Ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan ketika membuat instalasi antena VHF.

Jika antena sudah mempunyai impedansi sekitar 50 ohm dan coax juga 50 ohm, kabel sepanjang 15 meter tetap dapat digunakan selama rugi-rugi kabel masih dapat diterima.

Yang lebih penting adalah mengetahui:

  • Impedansi kabel 50 ohm.
  • Jenis dan kualitas dielectric.
  • Attenuation atau loss pada frekuensi 142,500 MHz.
  • Kondisi konektor.
  • Kualitas pemasangan PL-259 atau konektor lainnya.
  • Kondisi shield dan center conductor.
  • Rasio SWR antena.

7. Kalau Coax Digunakan sebagai Matching Section

Situasinya berbeda jika coax bukan sekadar feeder, tetapi sengaja digunakan sebagai bagian dari rangkaian matching.

Dalam kondisi tersebut panjang listrik harus diperhitungkan dengan velocity factor. Panjang fisik seperempat gelombang dan setengah gelombang tidak sama dengan hasil perhitungan panjang gelombang di udara.

Karena itu, menggunakan kabel dengan VF berbeda akan menghasilkan panjang fisik yang berbeda pula.

8. Contoh Jika Kabel Memiliki VF 0,80

Sebagai perbandingan, misalnya kabel yang digunakan mempunyai velocity factor 0,80.

λ coax = 2,105 × 0,80
λ coax ≈ 1,684 meter

1/4 λ = 1,684 / 4
      ≈ 0,421 meter

Hasilnya sekitar 42,1 cm, bukan 34,7 cm seperti kabel dengan VF 0,66.

Ini menunjukkan bahwa jenis kabel sangat menentukan panjang fisik ketika coax digunakan sebagai saluran dengan panjang listrik tertentu.

9. Jangan Menentukan VF dari Perkiraan Saja

Untuk pekerjaan presisi pada VHF, gunakan nilai velocity factor yang tercantum pada datasheet kabel. Jangan hanya menganggap semua coax 50 ohm mempunyai VF 0,66.

Coax 50 ohm dapat menggunakan dielectric yang berbeda sehingga velocity factor juga berbeda. Bahkan kabel dengan tipe yang sama dari produsen berbeda dapat mempunyai spesifikasi yang berbeda.

Jika panjang listrik sangat kritis, hasil perhitungan sebaiknya diverifikasi menggunakan antenna analyzer atau VNA.

10. Pengaruh SWR terhadap Kabel 15 Meter

Jika antena mempunyai SWR tinggi, kerugian pada kabel akan menjadi semakin penting karena terjadi pantulan energi RF antara antena dan radio.

Karena itu, sebelum menyalahkan panjang kabel, lakukan pengukuran SWR langsung pada sistem antena.

Jika memungkinkan, ukur:

  1. SWR di dekat feed point antena.
  2. SWR di ujung coax dekat radio.
  3. Kondisi konektor.
  4. Loss kabel.

Perbedaan hasil pengukuran dapat memberikan petunjuk apakah terdapat loss tinggi atau masalah pada kabel maupun konektor.

11. Rekomendasi untuk Instalasi 142,500 MHz

Untuk instalasi VHF pada 142,500 MHz dengan kabel coax sepanjang 15 meter, tidak perlu memotong kabel hanya untuk mengejar panjang gelombang tertentu apabila kabel digunakan sebagai feeder biasa.

Lebih baik menggunakan coax 50 ohm yang mempunyai loss rendah pada frekuensi VHF dan memasang konektor dengan baik.

Jika kabel digunakan sebagai bagian dari matching antenna atau phasing system, barulah panjang listrik harus dihitung secara khusus berdasarkan frequency, velocity factor, dan electrical length.

Kesimpulana

Pada frekuensi 142,500 MHz, panjang gelombang di ruang bebas sekitar 2,105 meter. Dengan contoh coax 50 ohm yang mempunyai velocity factor 0,66, panjang gelombang di dalam kabel menjadi sekitar 1,389 meter.

Sehingga panjang seperempat gelombang coax sekitar 34,7 cm, sedangkan setengah gelombang sekitar 69,4 cm.

Untuk kabel feeder sepanjang 15 meter, tidak ada kewajiban kabel tersebut harus dipotong menjadi kelipatan tertentu agar dapat digunakan pada 142,500 MHz. Yang paling penting adalah impedansi 50 ohm, loss kabel, kualitas konektor, dan kondisi matching antena.

Velocity factor baru menjadi sangat penting ketika panjang coax sengaja digunakan untuk menentukan fase, matching, phasing, atau stub. Karena itu, nilai VF harus mengikuti spesifikasi kabel yang sebenarnya dan untuk pekerjaan presisi sebaiknya diverifikasi dengan alat ukur RF seperti antenna analyzer atau VNA.

Posting Komentar untuk "Menentukan Panjang Kabel Coax 50 Ohm"